Maandag 10 Junie 2013

MBTI



MBTI : Mengidentifikasi Perbedaan Setiap Individu dan Bagaimana Memberi Perlakuan
 Apa itu MBTI? ialah Myers-Briggs Personality-Type Indicator.

setelah mengenal seseorang dari MBTI-nya, kita bisa membuat perlakuan-perlakuan khusus yang lebih tepat sasaran sesuai dengan preferensinya (berdasarkan personality versi MBTI-nya), dan preferensi ini pasti beda-beda. Sebagian mungkin sama, tapi pasi banyak yang beda, karena kombinasi MBTI tiap “huruf” akan menghasilkan banyak variasi pasti

EKSTROVERT(E) DAN INTROVERT(I)
Pada dasarnya, esktrovert adalah orang yang “rame” atau senang “rame”, wajah murah senyum, senang melontarkan lelucon atau sering ketawa bareng-bareng, kesannya: terbuka
Orang ekstrovert senang bertanya tapi tidak memerlukan jawaban yang rinci. Jika kita ekstrovert, kita akan relatif mudah disukai dengan sesama ekstrovert. Berhadapan dengan ekstrovert perlu bisa memainkan ritme: jangan sampai waktu tersita karena banyak becanda-bersenda-gurau atau tertawa tetapi materi atau rapat tidak bisa diselesaikan efektif atau tepat waktu
Kebalikannya dengan orang ekstrovert, introvert lebih tertutup, termasuk jarang tertawa dan relatif lebih senang mendengar daripada berbicara. dalam berorganisasi, agar menarik untuk introvert, kita perlu menariknya dengan gambar-gambar atau data statistik yang ada atau juga dengan kutipan orang terkenal sesuai dengan bidang atau tokoh-tokoh yang dikenal oleh orang introert tadi
Terkadang juga, memberikan bahan untuk dipikirkan diluar atau dipelajar diluar akan sangat baik bagi orang introvert. Supaya lebih asik, minta orang introvert untuk memberi saran dan konsultasi atas apa yang sudah kita lakukan dan beri respon yang positif juga atas saran baik yang mau dia berikan pada kita. Seorang inrtrovert memang tidak banyak berbicara, namun dia perlu berbicara pada saat yang tepat saja, dan mungkin tidak di ruang yang penuh banyak orang juga…dan mungkin keterbukaan itu perlu banyak dorongan (dari pemimpin terutama) supaya ruang komunikasi terus terjaga

sebenarnya, tidak akan susah membedakan antara introvert dan ekstrovert, dan tidak ada yang buruk juga dan lebih baik juga. kalau diamati di interaksi-interaksi di sekitar, orang introvert cenderung lebih cepat kehabisan energi kalau sering atau berada di sekitar orang banyak. interaksi dengan banyak orang ini membuat dia “lelah” dan merasa harus me-recharge energi dengan waktu sendiri atau dengan teman dekat saja (inget aja adi waktu touring curug cimahi abis solat pas makan ketan bakar…hehe)
orang ekstrovert akan merasa berenergi ketika berada disekitar banyak orang dan kebanyakan dari ekstrovert akan suka sekali berbicara karena berbicara untuk seorang esktrovert dapat menstimulasi pemikirannya. keterbukaan ekstrovert mesti dimanfaatkan untuk terus berbagi dalam ruang diskusi agar hobi berbicaranya lebih tersalurkan untuk hal yang lebih berbobot dan bermanfaat

SENSING(S) dan INTUITING(N)
Orang yang tipe sensing akan lebih menyukai hal-hal yang detail. dalam berorganisasi, untuk lebih memberikan hal yang sesuai dengan ekspektasi atau hal yang lebih mudah disenangi, penjabaran detail harus dilakukan nih buat anak-anak yang sensing. Sensing ini kadang juga mencakup penampilan kita, harus tampil rapi dan segar untuk berhadapan dengan orang-orang tipe sensing. Di orang-orang sensing yang tergolong sensing banget, ada jargon bahwa mereka punya indra keenam karena sifat sensing-nya dalam mengamati kedetailan di lingkungannya ;D
Tipe intuiting atau seorang intuitor adalah seperti saya…yang suka melihat big picture atas sesuai yang sama amati dalam berorganisasi. Ini tuh apa-tujuan-akhirnya-dan-manfaatnya-besarnya-apa adalah hal yang wajib disertakan bagi para intuitor. Orang intuitor juga sebagian besar membutuhkan sistematika dan konsep yang mendukung tujuan kahir tadi. Penjabaran akan tujuan-tujuan besar dan manfaat riil dalam berorganisasi atau apa pun bagi intuitor jelas akan memberikan stimulus lebih bagi mereka supaya bisa semangat

FEELING(F) dan THINKING(T)
orang tipe feeling atau feelers sebenarnya menyukai pendekatan yang humanis. feelers sangat peduli dengan apa-apa yang ada di sekitarnya apa lagi yang memiliki ikatan nyata bagi dirinya atau orang-orang yang ada di pikirannya, seperti keluarga atau orang-orang terdekatnya. humanis disini berarti lebih mengedepankan aspek kemanusiaan, simpelnya sepeerti perasaan campuran antara deference dan compassion. dijelasin artinya malah jadi tambah bingungkah? coba di cek di oxford dictioanry atau princeton wordweb dictionary artinya deference dan compassion
untuk tipe feeling, selalu libatkanlah emosi dalam hal ini perasaan bagi orang-orang yang dia pedulikan atau orang-orang terdekatnya yang memiliki ikatan atau berarti baginya
tipe thinking atau para thinkers adalah orang yang senang melakukan perhitungan. ini kalau-saya-begini-saya-akan-kehabisan-apa-lalu-saya-dapat-apa itulah isi pemikiran dari orang thinkers. faktor cost and benefit adalah konsep yang dipegang para thinkers. Selalu tekankan aspek manfaat dan juga aspek efektivitas dan efisiensi jika berinteraksi dengan orang thinkers dalam berorganisasi. Porsi pembahasan tentang nilai guna atas berorganisasi atau melakukan sesuatu menjadi concern tersendiri dan perlu diakomodasi secara lebih dominan oleh orang-orang disekitar para thinkers.

JUDGING(J) dan PERCEIVING(P)
orang tipe judging atau judgers akan menilai dari awal suatu objek. misalnya, dalam rapat organisasi yang membahas satu masalah, kita harus memberikan rekomendasi awal dahulu atas penyelesaian masalah tadi sebelum ada penjelasan panjang akan pilihan-pilihan jalan keluarnya. judgers akan melakukan penilaian di titik awal ketika menghadapi masalah. kenapa? karena judgers ingin segera membuat rencana ke depan, membuat keputusan ke depan secepatnya.
orang-otang tipe perceiving atau perceivers adalah orang yang senang berada dalam keadaan bisa-memastikan-berbagai-pilihan-pilihan-tetap-terbuka-selama-mungkin. judgers tidak cocok seperti ini, contohnya saya sendiri waktu ada di persimpangan antara unit dan himpunan
keadaan untuk bisa berada dalam berbagai opsi sebenarnya kurang fleksibel dalam organisasi yang dinamis seperti organisasi kemahasiswaan, tapi ini penting untuk tipe perceivers. supaya lebih aman, penting bagi kita untuk menguji para perceiver untuk melakukan pemilihan atau mebuat keputusan dari berbagai alternatif ini, secepatnya. tapi jika berada dalam posisi lain, memberikan banyak alternatif untuk rekan perceivers adalah keharusan. orang perceivers kebanyakan memang memiliki prinsip hari ke hari lepas dari rencana jangka panjang. perlu kesabaran supaya bisa dapet kepastian dari perceivers

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking