Maandag 10 Junie 2013

ekstrovert dan introvert



Ekstrovert dan Introvert adalah dua tipe karakter manusia. Jika ekstrovert terkesan lebih supel maka introvert terkesan lebih menutup diri. Selama ini kita sering terjebak dogma bahwa ekstrovert lebih baik dari pada introvert.



ekstrovert dan introvert lebih merupakan sumber energi bagi manusia. Pribadi ekstrovert senang berada di tengah keramaian. Energinya terkumpul ketika berbicara dan berinteraksi dengan banyak orang. Ketika sedang berada di keramaian seorang ekstrovert seolah-olah juga sedang mengisi tenaganya (charging). Oleh karena itu jika seorang ekstrovert sedang stress maka dia akan cenderung memilih untuk berinteraksi dengan banyak temannya, entah itu pergi ke mall, nonton, atau sekedar jalan-jalan. Seorang ekstrovert tidak nyaman dengan suasana sepi. Suasana sepi bagi seorang ekstrovert malah akan membuatnya makin tertekan.




 




Introvert sebaliknya, bagi mereka keramaian membuat tenaga mereka cepat hilang. Oleh karena itu biasanya mereka hanya sekali-kali berinteraksi, kemudian diam. Ketika sedang stress, introvert lebih senang menyendiri atau hanya mau berbagi kepada satu atau dua orang yang mereka percaya. Bagi introvert suasana sepi adalah suasana yang nyaman dimana mereka bisa mengisi energi mereka. Selain itu, biasanya para introvert hanya berbicara seperlunya dan hanya berbicara mengenai apa yang memang ingin mereka bicarakan. Pada kadar yang tinggi orang introvert jika ditanya akan diam terlebih dahulu memikirkan apa yang akan mereka ucapkan, setelah itu baru mereka berbicara.




 




Sekedar informasi tambahan orang-orang introvert adalah mereka yang terampil dalam melakukan perjalanan ke dunia dalam, yaitu diri mereka sendiri. Mereka selalu mencoba memahami diri mereka sendiri dengan melakukan banyak perenungan dan berkontemplasi. Pada akhirnya mereka menjadi orang yang memahami dirinya, berpendirian keras, tidak mudah terpengaruh oleh orang lain, dan mengetahui apa yang menjadi tujuan dalam hidupnya.




1. Perkembangan Moral dan Rohani:




A. Kaum Ekstrovert.




  • Temperamen yang introvert (melankoli dan plegmatik lebih mudah diajar daripada yang ekstrovert (sanguin dan kolerik).

  • Bukan berarti mereka adalah kaum pemberontak, karena untuk diajar, perlu waktu dan kesabaran sebab mereka mudah kehilangan perhatian.

  • Jika anak-anak ini dibiarkan bertumbuh begitu saja, maka perhatiannya terhadap hukum dan peraturan (Allah dan manusia) akan berkurang.  Umumnya kaum kriminal dan pelanggar hukum adalah golongan ekstrovert yang ekstrim.




B. Kaum Introvert.




  • Lebih mudah diatur dan dididik.

  • Lebih penurut dan kata hatinya mudah terganggu.

  • Biasanya mereka hadir acara-acara bersifat rohani.

  • Masalah mereka yang besar adalah problema rasa bersalah. Kebutuhan mereka yang terbesar adalah keyakinan bahwa  dosa-dosa mereka telah diampuni.

  • Tidak boleh memperlakukan mereka dengan keras karena mudah bagi mereka untuk mengetahui peraturan yang harus ditaati.




2. Hasil Akademis.




A.  Kaum Ekstrovert:




  • Kurang begitu menonjol disekolah.  Nilai angka mereka biasanya sedang-sedang saja.

  • Kurang dapat mendisiplin diri sendiri.

  • Memperoleh stimulasi yang kuat melalui tegoran atau disiplin.




B.  Kaum Introvert:




  • Biasanya lebih mudah menangkap pelajaran dan grade mereka agak tinggi.  Namun ada juga pengaruh faktor lainnya, seperti inteligensia dan motivasi.

  • Lebih mendisiplin diri untuk belajar dengan baik.

  • kaum introvert memperoleh motivasi yang kuat melalui pujian.




3. Pilihan Pekerjaan.




A. Kaum Ekstrovert:




  • Biasanya melakukan pekerjaan lebih baik jika ada hubungannya dengan orang lain.

  • Contoh pekerjaan mereka adalah salesman/saleslady, humas, pertunjukan seni dan musik, dan seringkali politik.

  • Ada dua jenis ekstrovert: Pertama, sangat sosial, bersahabat, dan suka jalan-jalan; sedangkan yang kedua, lebih kasar, suka murung, dan berlaku tidak sopan. Sangat sosial, bersahabat dan suka jalan-jalan




B. Kaum Introvert.




  • Bekerja lebih baik dalam pelajaran di sekolah.

  • Lebih suka melakukan tugas yang detail, mempunyai kesanggupan untuk berkonsentrasi, dan bekerja dengan  benda-benda daripada dengan orang.

  • Biasanya mereka menjadi ahli akutansi, peneliti, pelukis atau seniman, tehnisi, dan lain-lain.




4. Popularitas.




  • Ekstrovert lebih populer di sekolah dan biasanya mereka dipilih sebagai para pemimpin.

  • Ekstrovert lebih mudah mengadakan hubungan dengan lawan jenis sebab mereka pintar berbicara.

  • Lebih mudah menjalin hubungan dengan orang yang tidak dikenal karena sikapnya periang, suka senyum, dan berbicara.

  • Introvert cenderung untuk menyendiri di kamar atau hanya mempunyai satu atau dua kawan saja.




5. Kesanggupan untuk Berkonsentrasi.




A.  Kaum Ekstrovert:




  • Ekstrovert kurang dapat berkonsentrasi karena mereka mudah terganggu.

  • Ekstrovert cenderung untuk mengalami kecelakaan, seperti kecelakaan mobil.

  • Ekstrovert kurang begitu kuatir karena masa berkonsentrasi agak singkat.




B. Kaum Introvert:




  • Daya konsentrasi mereka lebih tinggi dan lebih lama.

  • Introvert kurang sanggup menjalani ujian tulisan yang panjang-panjang karena daya konsentrasi mereka sangat pendek.

  • Lekas bosan dengan bacaan yang panjang-panjang.




6. Daya Ingat.




  • Daya ingat ekstrovert cukup pendek, sementara kaum  introvert lebih lama.
  • Jika seorang dosen memberi ujian sehabis bahan kuliah diajarkan, maka kaum ekstrovert akan mempunyai hasil yang lebih baik daripada introvert.
  • Karena daya ingat introvert lebih kuat, maka merek lebih mudah diajar karena mereka akan ingat itu untuk jangka waktu yang lama berbagai pelajaran.

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking